Kapal Baru Patroli Imigrasi Batam

Kapal Baru Patroli Imigrasi Batam

Kapal Baru Patroli Imigrasi Batam

Awal tahun 2013, Ditjen Imigrasi memberikan 5 kapal patroli untuk wilayah kepulauan Riau. Salah satunya pada kota Batam yang akan dioperasikan November nanti.

Wartawan yang mengunjungi kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam berkesempatan menaiki kapal patroli imigrasi Batam melintasi laut dari pelabuhan feri Sekupang menuju Harbor Bay, Batam.

Perjalanan ini hanya ditempuh dalam waktu 30 menit. Sedangkan jika melalui jalan darat, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menempuh jarak sekitar 20 km.

“Kapal ini bisa mengangkut 12 orang,” kata petugas Imigrasi, Dharmawan pada wartawan di atas kapal menuju Harbor Bay, Batam, Selasa (24/9/2013).

Dari tampak luar, kapal ini tampak tak berbeda dengan kapal boat pribadi pada umumnya. Yang membedakannya yakni kapal berkecepatan maksimal 27 knot ini memiliki lambang imigrasi di dinding atas kapal serta label ‘patroli imigrasi’ di depan badan kapal.

Biasanya jika patroli, kapal bernama Joesoef Adiwinata 1 ini hanya mengangkut 6 orang petugas imigrasi dan 4 kru kapal. Untuk keselamatan tersedia 2 pelampung ban untuk personal dan sebuah pelampung kapal berkapasitas 8-10 orang. Kapal ini juga memiliki kamar tidur berkapasitas 4 orang lengkap dengan kulkas kecil di bagian depan kapal.

Kapal ini biasanya digunakan untuk berpatroli laut di sejumlah dermaga-dermaga tradisional maupun bisnis. Tak hanya itu, kapal ini akan memudahkan gerak imigrasi Batam untuk melakukan pemeriksaan di kapal-kapal tengah laut yang berada dalam wilayah mereka.

PLH Kantor Imigrasi Kelas I Kota Batam, Rafli, menjelaskan pada wartawan jika pada dasarnya, patroli laut ini untuk mengecek 7 tempat memeriksaan imigrasi (TPI). Tak hanya itu, dengan adanya kapal ini akan memudahkan gerak imigrasi Batam untuk melakukan pemeriksaan dokumen perizinan di kapal-kapal tengah laut yang berada di dalam wilayah mereka.

“Dengan adanya kapal ini, jadi kami sudah punya 2 kapal dan akan memudahkan gerak kami untuk melakukan patroli di pelabuhan-pelabuhan tradisional yang biasa dijadikan pelabuhan tikus para imigran gelap,” terang Rafli.

Sumber : detik.com

No comments yet.

Tinggalkan Balasan